Alam Batin Pembelajar Bahasa Asing

8 October 2015 | Admin UGM INDO
caption

Ada kalanya para pembelajar bahasa asing mempunyai beberapa pertimbangan praktis, yakni supaya mereka memperoleh pekerjaan yang baik, naik pangkat dan menambah pendapatan, maupun sebagai modal komunikasi di kala bepergian ke luar negeri. Demikian disampaikan Profesor George Quinn dalam kuliah umum bertajuk "Alam Batin Pembelajar Bahasa Asing," yang diselenggarakan Prodi Jawa Jurusan Sastra Nusantara, pada Selasa (6/10) di Ruang Sidang Pimpinan FIB UGM.

Pakar sastra dan budaya Jawa ini menjelaskan, beberapa pertimbangan tersebut memiliki penggerak yang timbul dari lapisan bawah-sadar yang terpendam jauh di dalam hati. "Unsur-unsur tersebut umumnya dianggap hal yang memalukan, bertentangan dengan agama, menyingkapkan cacat pada kepribadian, hingga merugikan sesama," papar dia.

Dosen senior di Australian National University ini menilai, ada keinginan pembelajar bahasa asing untuk meninggikan diri di atas orang lain. "Mereka beranggapan bahwa yang tidak bisa berbahasa asing adalah orang bodoh atau tidak terdidik, jauh di bawah diri kita yang lebih pintar," tutur penulis buku The Novel in Javanese ini.

George juga menilai, belajar bahasa asing ada kalanya merupakan upaya melarikan diri dari lingkungan sosial yang terasa menekan. Bahasa Asing dapat menjadi suaka batiniah bagi orang yang merasa tertindas atau terkungkung. "Belajar bahasa asing juga menjadi sebuah upaya untuk mengenal diri secara lebih mendalam, dan meningkatkan kerohanian diri," kata dia.

George menambahkan, ada semacam upaya menunjukkan perlawanan terhadap orde sosial-politik dengan memeluk bahasa lain. "Menjunjung bahasa dan kebudayaan asing dapat diartikan mengkritik lingkungan sosial sendiri yang terasa tidak adil, munafik, bejat atau menindas," pungkas dia.[]

Kirim Komentar

Lastest News