SEMINAR NASIONAL ; RAMALAN DAN KEHIDUPANNYA

19 August 2016 | Admin UGM INDO
caption

Latar Belakang

            Sudah sekian lama ramalan hidup, berbanding lurus dengan usia peradaban manusia, namun eksistensi ramalan yang begitu panjang ternyata masih saja menimbulkan perdebatan. Beberapa kelompok menilai bahwa ramalan tidaklah ilmiah dan irrasional, disisi lain ada kelompok yang sampai saat ini percaya dengan ramalan. Secara tidak langsung setiap individu dalam hidupnya pasti pernah melakukan aktivitas yang berhubungan dengan sebuah kegiatan meramal. Dalam wikipedia dijelaskan bahwa ramalan ialah usaha-usaha untuk memperoleh pengetahuan atas pertanyaan situasi melalui cara okultisme dan ritual tertentu. Karena ramalan yang memiliki pengertian semacam itulah maka ramalan dianggap kuno. Untuk menyikapi anggapan kuno, muncullah kata yang bisa jadi dianggap modern, seperti ‘prediksi’ atau ‘prakiraan’.

            Tidak berhenti sampai disitu, kelompok masyarakat yang tidak percaya akan ramalan berpendapat bahwa ramalan tercipta sesudah sebuah peristiwa terjadi. Berbeda dengan kelompok masyarakat yang masih percaya, mereka malah berpikiran bahwa ramalan memang ada sebelum terjadinya suatu peristiwa yang memang sudah diramalkan sebelumnya. Akibat dari perselisihan inilah sedikit demi sedikit eksistensi ramalan yang awalnya mampu mendapat perhatian dan mengerahkan sekelompok massa kini hanya hidup dalam benak individu masing-masing.

            Mahasiswa Sastra Jawa tidak akan berat sebelah dalam menyikapi eksistensi ramalan. Bagaimanapun ramalan adalah hasil dari buah pikir manusia entah secara rasional maupun spiritual, maka ramalan tetap harus diapresiasi. Bukan berarti percaya sepenuhnya terhadap ramalan, dalam hal ini ramalan tetap perlu dipandang dari sudut rasionalitas, maka timbal balik selanjutnya ialah, ramalan seperti hal-nya prediksi dan prakiraan. Semuanya sama-sama menggunakan sebuah perhitungan, rumus serta sistem tertentu. Kesimpulannya, ramalan wajib untuk dikaji secara lugas dan cerdas.

Tema

Berdasarkan latar belakang yang telah disampaikan di atas maka seminar nasional yang akan dilaksanakan mengambil tema “Ramalan dan Kehidupannya”, melihat lahir, hidup, serta matinya sebuah ramalan.

Tujuan

Adapun yang menjadi tujuan dari pelaksanaan seminar “Ramalan dan Kehidupannya” ialah,

  1. Memperluas pengetahuan mengenai ramalan
  2. Mencari sisi positif sebuah ramalan dilihat dari sisi akademisi maupun praktisi
  3. Menambah wawasan tentang tradisi peniggalan leluhur

Sasaran

Masyarakat umum dari segi akademisi maupun praktisi tingkat nasional. Khususnya mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya sebagai pengkaji ilmu budaya dan mahasiswa Universitas Gadjah Mada.

Pelaksanaan

Seminar nasional dengan tema Ramalan dan Kehidupannya akan diselenggarakan pada,

hari, tanggal                : Sabtu, 10 September 2016

waktu                          : 07.30 – 15.30 WIB

tempat                         : Auditorium Fakultas llmu Budaya UGM

  1. Poerbatjaraka / Gd. C lantai 3

Narasumber

Sesi 1

Moderator       : Dr. Wisma Nugraha Ch.R,M.Hum.

Ramalan ; masa lampau, kini, dan masa depan

  • Dr. Peter B.R Carey
  • Dr. Heddy Shri Ahimsa-Putra,M.A.,M.Phil.

Ramalan dalam perspektif budaya Bali

  • Dr. I Nyoman Suarka,M.Hum. 

Sesi 2

Moderator       : Dr. Hendro Kumoro,M.Hum.

Ramalan dalam perspektif budaya Jawa

  • Bima Slamet Raharja,S.S.,M.A.

Ramalan dalam penerapannya.

  • Sunardi, M.Si. (Yayasan Hondodento)
  • Dwijo Sumarto (pelaku adat Cupu Panjala)

Teknis Pendaftaran

 

Biaya seminar nasional :

  1. Umum : Rp 150.000,00
  2. Mahasiswa : Rp  75.000,00
  3. Biaya dapat dibayarkan melalui transfer rekening :

BRI

a.n Ridwan Rustamaji

No.Rek. 6923-01-000623-50-5

kemudian melakukan konfirmasi ke nomor +6285736882270 (Dhela)

setelah itu mengirimkan bukti transfer ke email

gugurgunung2016@gmail.com

 

 

 

 

 

 

Kirim Komentar

Lastest News